Sat, 29 Nov, 2025
RSUPKANDOU.COM, Manado — RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan unggulan bagi pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Dengan teknologi intervensi modern yang minim sayatan, pasien kini dapat pulih lebih cepat dan terhindar dari risiko operasi berulang. Hal ini kembali dibuktikan melalui keberhasilan pelaksanaan tindakan kardiologi intervensi terhadap empat pasien PJB di Cathlab RSUP Kandou, Sabtu (29/11).
Tindakan tersebut dilakukan dengan pendampingan langsung tim ahli dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (Harkit) Jakarta, yaitu
dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K),
dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K),
serta dua perawat pendamping: Nur Hidayah, S.Kep., Ners dan Naman, S.Kep., Ners.
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA., MARS, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tim medis kedua rumah sakit.
"Kami sangat berterima kasih kepada tim dari RS Jantung Harapan Kita atas dukungan dan pendampingannya. Kolaborasi seperti ini adalah wujud nyata penguatan layanan kardiovaskular di daerah. Semua ini dilakukan demi masyarakat, untuk RSUP Kandou yang semakin baik dan semakin siap menjadi pusat rujukan di Indonesia Timur," tegas Dirut.
Sementara itu dr. Radityo Prakoso menjelaskan bahwa intervensi ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kemampuan penanganan PJB di RSUP Kandou.
"Dengan kemajuan teknologi intervensi, pasien tidak selalu harus menjalani operasi terbuka. Kelainan seperti penyempitan atau kebocoran jantung kini dapat ditangani melalui kateterisasi tanpa pembedahan besar," ujarnya.
Ia menambahkan, tindakan intervensi juga berperan mengurangi risiko prosedur operasi jika pasien masih membutuhkan penanganan lanjutan.
"Pada kasus PJB kompleks, biasanya diperlukan beberapa tahap operasi. Dengan intervensi ini, sebagian tahap dapat dihilangkan sehingga operasi dapat dilakukan pada kondisi jantung yang masih ‘virgin’. Risikonya jauh lebih kecil dibanding operasi ulang," jelasnya.
Turut hadir Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou,
dr. Wega Sukanto, Sp.BTKV(K), Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program pengampuan nasional layanan jantung.
"RSUP Kandou adalah pengampu regional layanan jantung untuk Indonesia Timur. Pada kasus jantung bawaan anak, kita masih bekerja sama dengan Harkit Jakarta. Melalui proctorship ini, kompetensi tim kami semakin meningkat sehingga layanan dapat diberikan lebih dekat kepada masyarakat," ungkapnya.
Dari empat pasien yang ditangani, sebagian berhasil sepenuhnya dengan teknik intervensi, sementara lainnya tetap memerlukan operasi lanjutan namun dengan risiko yang jauh lebih rendah.
"Prinsipnya, jika bisa ditangani sekali tindakan saja tentu akan lebih baik bagi keselamatan pasien," tambah dr. Wega.
Di sisi lain, dokter spesialis jantung RSUP Kandou,
dr. Monique Priscilla Fransiska Rotty, Sp.JP(K), mengungkapkan bahwa melalui pendampingan ini ia semakin siap melakukan tindakan intervensi kompleks secara mandiri ke depannya.
"Salah satu tindakan yang dilakukan hari ini merupakan pertama kalinya kami terapkan di RSUP Kandou, khususnya pada pasien dengan kondisi PJB kompleks yang datang pada usia lanjut. Tingkat kesulitannya cukup tinggi, namun dengan pembelajaran dan pengalaman yang diberikan tim dokter Harkit, kami bersyukur tindakan ini dapat berjalan dengan baik," ungkap dr. Monique.
Ia optimistis layanan intervensi jantung bawaan di RSUP Kandou akan semakin berkembang.
"Harapannya, ke depan tindakan seperti ini dapat kami lakukan secara mandiri sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan jauh ke luar daerah," tegasnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa RSUP Kandou terus mengakselerasi peningkatan mutu layanan jantung, menjadikan masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia Timur semakin dekat dengan layanan kardiologi berstandar nasional.***(Humas Kandou)